Kuda Lumping

Mengambil tema tentang budaya khas Indonesia yang bernama tarian Kuda Lumping. Dalam tarian itu seringkali para penarinya seperti kerasukan atau kesurupan dan bisa berbuat berbagai hal yang tidak mungkin dilakukan dalam kondisi normal. Semerti memakan beling, menusukkan paku ke tubuh dan sebagainya tanpa rasa sakit. Namun budaya ini seperti kurang dilestarikan sehingga dalam liriknya tertulis kuda lumpung nasibnya nungging.

Dalam lagu ini juga diselipkan sindiran kepada orang orang yang suka menipu.




Kuda Lumping 
(Album SWAMI II 1991)

Lirik : Sawung Jabo
Lagu : Sawung Jabo
Aransemen : SWAMI
Iwan Fals : Gitar Akustik, Backing Vocal
Sawung Jabo : Vocal, Gitar Akustik
Innisisri : Drums, Tambo, Cup Cymbals, Bells, Temple Block, Backing Vocal
Naniel K.Yakin : Cowbell, Backing Vocal
Nanoe : Bass, Backing Vocal
Jocky Soeryoprayogo : Perkusi Keyboard, Backing Vocal, Trompet Reog
Totok Tewel : Gitar Akustik, Backing Vocal, Electric G

Kuda lumping nasibnya nungging
Mencari makan terpontang panting
Aku juga dianggap sinting
Sebenarnya siapa yang sinting?

Berputar putar dalam lingkaran
Menari tak sadarkan diri
Mata terpejam mengunyah beling
Mempertahankan hidup yang sulit

Kuda lumping nasibnya nungging
Mencari makan terpontang panting
Aku juga dianggap sinting
Sebenarnya siapa yang sinting?

Mulutnya berbusa
Nasibnya berbusa
Tradisi berbusa
Tradisi amblas

Nyanyi
Penari bernyanyi
Sebelum
Tergilas mati
Sunyi
Hati sang penari
Sebab
Hidup mereka telah tersisih

Berbaju sutra pandai menipu
Membabi buta cari mangsa
Mulut penipu berbau busuk
Mempertahankan hidup yang busuk

Para penipu berkeliaran
Makan tanah memperkosa fakta
Saling menipu sesama penipu
Tidak menipu jadinya tertipu

Mulutnya berbusa
Nasibnya berbusa
Tradisi berbusa
Tradisi amblas

Nyanyi
Penipu menyanyi
Sebelum
Mereka mati
Sunyi
Hati sang penipu
Sebab
Tak bisa menipu diri sendiri

Kuda lumping megap megap
Pelan pelan ditelan jaman
Para penipu tunggu saatmu
Kuda lumping menginjak mulutmu

Kuda lumping nasibnya nungging
Mencari makan terpontang panting
Aku juga dianggap sinting
Sebenarnya siapa yang sinting?

Para penipu berkeliaran
Makan tanah memperkosa fakta
Saling menipu sesama penipu
Tidak menipu jadinya tertipu

Kuda lumping megap megap
Pelan pelan ditelan jaman
Para penipu tunggu saatmu
Kuda lumping menginjak mulutmu

Amblas

1 comment:

  1. Hio, Kuda Lumping,Langgam Lawu, Orang Gila, Untuk Yani, sampe Anak Wayang, Jakarta Sudah Habis dll (mungkin lebih banyak lagi)
    Adalah dimana mas Iwan atau mungkin sering menyebut dirinya sebagai Pitat Haeng....menurut aku adalah lagu yang tidak dapat "ditafsirkan" hanya oleh Opini dari satu orang, Komunitas, maupun negara...(mgkn saya berlebihan)
    Sampai sekarang aku masih suka bait2 "Suara Nurani" mas Iwan seperti:
    1.Kerbau dikepalaku ada yang suci
    Kerbau dikeppalamu senang bekerja
    Kerbau disini teman petani
    ...............................
    Lalu dimana anak2 sang tikus???
    Bayi...bayi...bayi...murni dan kosong!!

    (Apakah ini tentang Nasionalisme kita mas?)

    2. Orang Gila dilampu penyebrangan apa kabar??
    Sipa yang menyapa kamu diam....
    Tersenyum Tidak!
    Menagis Tidak!
    Kamu sapa siap saja "SELAMAT MALAM"

    (kalo yang ini apakah tentang seorang "aneh"/seniman yang memiliki Idialisme tinggi hingga dia hanya ingin jadi dirinya sendir tidak perduli apa kata orang tapi tetap memiliki jiwa apresiasi yang tinggi terhadap sesama???)

    3. Seperti bait-bait pada lirik/syair lagu Langgam Lawu, apakah kita harus menikmati " Setiap Keindahan " tanpa harus nurani kita dimanipulasi oleh Keadaan Kota yang semakin GILA!

    4. Kuda Lumping
    Mungkin kalo menurut aku ini sudah jelas adalah sebuah fenomena antar (maaf) "Kaum Borjuis dan Proletar" apalagi di jaman sekarang (mungkin juga aku salah ya mas)

    5.Hio.........
    Saat itu aku ada di Garut masih berumur 15 tahun dan aku sudah dengan "Tekagum2" menyimak esensi dari musik yang disuguhkn dalam Album SWAMI ke 2

    6. Jakarta Sudah Habis....
    Musim kemarau api...
    Musi penghujan banjir...

    (Maaf mas kok bia sih "para sedulur2 tuo " seperti Mas Iwan, Mas Jabo, Mas Sri, Mas Nanoe (alm) yg kebetulan Aku sangat tergila2 karena aku dulu bermain Bass, tanpa rasa takut menggambarkan kenyataan tersebut tanpa ada rasa takut pada "The Powerfull People" pada saat itu???

    Itulah Mas mungkin sebagian alasan dari aku pertama bisa menggenjreng gitar (sumpah bunyiya ga enak kok heheheh) aku sudah suka lagu Oemar Bakrie, Canda dalam Nada (Imitasi)yang kebetulan dulu om aku adalah fans mas Iwan dan dia sempat cerita pada suatu ketika MAs Iwan tampil di Garut Kota kalo ga salah di Cikuray Theater dengan gitar bolong, harp dan sedikit alat nyentrik yang dimembrani oleh balon (katanya, apa betul mas??) sebagai penghantar suaranya dan mas Iwan menyanyikan lagu2 Canda dalam Nada dll

    Maaf Mas mungkin aku Sok Tau....tapi kenyataannya dari tahun 1992 aku sudah ketemu Mas Iwan (dulu di Condet tiga hari berturut2 karena dengan asyiknya kita ngecet tembok dan pagar rumah mas Iwan yang banyak sekali dicoret oleh para pengagum Mas Iwan) sampai dengan teribat Tuhan mengabulkan Doaku untuk bisa bertatap muka langsung (Biar malu dan malu2in) waktu itu dalam penggarapan Video Klip "Entah" dalam aransemen baru (Ketika itu sebelum take shoot Mas Iwan asik menggambar sesuatu di studio Buncit, Shoot Tour MAs Iwan ke Jogja yang berkolaborasi dengan SLANK (Bersatu Dalam Damai)dan terakhir dalam dua acara di KRK (Gang Seumpun Haji KOcen Depok yang merupakan Rumah sekaligus Padepokan Mas Innisisri)
    1. ASIA THREE
    2. Ultah KRK dimana MAs Iwan dan kawan2 lainnya tampil dan MAs Iwan sendiri membawakan Oemar Bakrienya,dan satu lagu yang aku ga tau (maaf mas semenjak Manusia Setengah Dewa aku jarang dengar lagu2 mas Iwan walaupun sampai denagn 50:50 aku ada kasetnya.
    Maaf ya mas....aku Sangat Ingin Menyapa Mas Iwan tapi aku malu sekaligus tidak bisa berkata apa2 (ga tau kenapa segitu berlebihannya) padahal dengan sedulur tuo lainnya terutama Mas Sri, Mba Prita aku lumayan sering main ke KRK walaupun hanya sekedar "mengapresiasikan" Rejeki dari Allah untukku dimana para Life Legend ini yang tadinya bisa aku katakan "FANS BERATKU" sampai2 waktu SMP dan SMA (Bandung n Garut) aku disebut aneh karena pada saat itu mereka menyukai Metal (termasuk) aku, tetapi begitu dengar "Warna dan Syair" ketika Mas Iwa telah Berkarya bersama Mas Jbo, Mas Naniel, Mas Sri, Mas Nanoe (alm), Om Rendra, Om Djody ditambah lagi add.Play yang lainnya, aku (seiring jiwa mudaku) langsung "memutar arah" kesukaan musikku menjadi "penggemar fanatik" para Sesepuh musik ini.

    Sekali lagi bla...bla....bla...ini aku tulis karena kebetulan ada web / wadah untuk menampung tulisan sedehana seperti ini , aku tidak untuk peduli ada yang baca atau tidak.....aku ora urus....aku mau wajar2 saj, aku mau sederhana, aku mau jujur2 saja, bicara apa adanya, aku hanya tau, bahwa orang hidup, agar jangan mengingkari hati nurani

    Terima Kasih utk pembuat content web ini......anda baik.

    SALAM
    + Riffat Achmad +

    ReplyDelete

IWANFALSMANIA.COM -> 100% Iwan Fals. Ini bukan situs official.
Komentar di iwanfalsmania.com dimoderasi, harap maklum. Asal bukan spam dan keluarganya, pasti komen Anda kita tayangkan :).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...