29 Maret 2009

Konser Iwan Fals Untuk Yang Paling Cantik

Konser Iwan Fals Untuk Yang Paling Cantik
Oleh: Fendi Kurniawan

Konser bulanan Iwan Fals di rumahnya, desa Leuwinanggung kembali bergulir. Kali ini pertunjukan musik di Sabtu sore, 28 Maret 2009 memilih tema ‘Untuk Yang Paling Cantik’. Rekan-rekan iwanfalsmania.blogspot.com mendapat kesempatan untuk kembali menyaksikan konser bulanan ini.

Selepas Ashar, Kresnowati (perwakilan dari Tiga Rambu-perusahaan milik Iwan Fals) membuka pagelaran pada tempat yang dinamakan ‘Panggung Kita’ dengan mengumumkan pemenang lomba cerpen Karyakita periode Maret 2009. Setelah itu para personel Iwan Fals & band (Heirrie Buchaeri, Cok Rampal, Sonata, Edi Daromi dan Deni Kurniawan) membuka pertunjukan dengan intro lagu 15 Juli 1996. Sampai pertengahan lagu Iwan Fals belum muncul diatas panggung yang bernuasa warna krem dan coklat.

Ketika penonton asyik bernyanyi bersama mengikuti iringan musik dari band, Iwan Fals hadir dipanggung dengan penampilan serba baru. Memakai kaus warna hitam dan celana blue jeans, Iwan Fals tampil agak berbeda dari konser-konser sebelumnya. Mulai dari potongan rambut tipis hingga kumis dan jenggot yang dibiarkan tumbuh sedikit lebat di wajahnya.

Selesai lagu pertama dinyanyikan, Iwan Fals mengungkapkan rasa duka yang begitu sangat atas musibah jebolnya tanggul yang terjadi di Situ Gintung Jakarta Selatan, hingga menyebabkan daerah itu porak poranda dan korban jiwa yang tidak sedikit. Iwan Fals juga mengutuk pemerintah atas kejadian tersebut, karena 2 minggu sebelum kejadian telah ada peringatan akan musibah itu. Kemudian Iwan Fals mengajak semua penonton untuk berdoa sejenak. Dipimpin oleh pemain bass, Heirrie Buchaeri, seluruh penonton yang berjumlah sekitar 700 orang menundukan kepala seraya berdoa untuk para korban.

Kemudian konser berlanjut dengan sederet lagu-lagu bertema cinta. "Keterbukaan itu penting, sehingga tak ada jarak diantara kita…", ujar Iwan Fals sebelum mulai bernyanyi lagu berjudul Jangan Tutup Dirimu.

"Ada sebuah pengalaman yang ingin saya ceritakan ketika saya diintrograsi oleh aparat karena dianggap menghina Ibu negara waktu itu, kalau tidak salah tahun 1984. Dalam kondisi tertekan dan stress, ternyata saya menyadari pentingnya rasa cinta itu, dan kemudian saya wujudkan dalam lagu berikut…", ujar Iwan Fals sebelum menyanyikan lagu berjudul 14-4-84.

Selesai menyanyikan beberapa lagu cinta, Iwan Fals lalu memanggil bintang tamu seorang perempuan muda dan cantik bernama Rifa (dia adalah pemain biola yang dulu pernah gabung di Iwan Fals & band), untuk berduet bersama menyanyikan lagu Serenade. Selain piawai bermain biola, suara Rifa juga merdu didengar dan bisa mengimbangi vokal Iwan Fals. Kehadiran Rifa membuat suasana pertunjukan lebih segar dan sambutan penonton begitu meriah. Apalagi ketika lagu Nenekku Okem dimainkan, tampak kolaborasi yang begitu dahsyat antara gesekan biola Rifa dengan musik dari personel Iwan Fals & band. Penonton pun berjingkrak karena irama yang disajikan begitu rancak, begitu juga iwanfalsmania.blogspot.com yang tidak bisa menahan untuk bergoyang, ditengah lagu bahkan sempat disisipkan irama break dance yang menambah riuh suasana. Selanjutnya Iwan Fals dan Rifa menyambung dengan lagu Tince Sukarti dan Obat Awet Muda secara medley.

Bintang tamu kedua yang dipanggil adalah Glenn Fredly. Bersama Iwan Fals, dia menyanyikan lagu Nona yang musiknya diaransemen sesuai dengan gaya Glenn. Setelah itu giliran Iwan Fals istirahat dan membiarkan Glenn Fredly bersama rekannya mengisi acara dengan membawakan lagunya sendiri yang berjudul Kisah Romantis dan Hikayat Cinta. Setelah kedua lagu tersebut, Iwan Fals kembali ke panggung dan berduet menyanyikan sebuah lagu dari daerah Maluku. Usai itu, secara mengejutkan Glenn Fredly mengajak penonton menyanyikan lagu karya penyanyi legendaris Almarhum Gombloh, yang berjudul Kugadaikan Cintaku, pada lagu ini Iwan Fals begitu apik memainkan harmonikanya.

Ada kejadian yang mengharukan ketika diatas panggung Iwan Fals menyerahkan tanda cinta berupa seikat bunga kepada yang tercantik dihatinya, yaitu sang istri, Rosana atau biasa dipanggil mbak Yos dan Cikal putrinya. Nampak air mata menetes dipipi Yos dan Cikal sebagai ungkapan rasa haru terhadap cinta dari suami dan ayahnya. Lalu lagu Masih Bisa Cinta mengalun dari bibir Iwan Fals dengan penjiwaan yang sangat bagus.

Konser berlanjut dengan kisah tentang Laksamana Malahayati, seorang pemimpin perang kelahiran Aceh yang berhasil menaklukan 2 kapal Belanda. Dunia mencatat dia adalah perempuan pertama yang berhasil memimpin ratusan pasukan untuk menghadapi gempuran musuh. Lewat lirik yang ditulis oleh Geunta Keumala, Iwan Fals menyanyikan lagu Perempuan Keumala yang dipersembahkan untuk Laksamana Malahayati.

Tak terasa waktu telah beranjak Maghrib, Iwan Fals diiringi seluruh pendukung acara menutup konser sore itu dengan membawakan lagu Di Bawah Tiang Bendera yang diciptakan Iwan Fals bersama Franky Sahilatua. Dan akhirnya Iwan Fals pamit seraya berpesan untuk hadir kembali pada Panggung Kita periode berikutnya yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2009 dengan tema BERPIJAK YANG BIJAK. Tema itu dipilih berkenaan dengan Hari Bumi yang jatuh pada bulan tersebut. Ok, sampai bertemu kembali pada konser berikutnya. (fk)

---------------------------------

Iwan Fals & Band
Untuk Yang Paling Cantik
Tempat: Panggung Kita – Leuwinanggung, Depok
Hari & Tanggal: Sabtu, 28 Maret 2009
Jam: 15.45 WIB
Bintang Tamu: Rifa dan Glenn Fredly

Daftar lagu:
1.15 Juli 1996, 2.Jangan Tutup Dirimu, 3.Aku Disini, 4.14-4-84, 5.Doa Pengobral Dosa, 6.Penari Jalanan, 7.Serenade (feat. Rifa), 8.Nenekku Okem (feat. Rifa), 9.Tince Sukarti – OAM (medley, feat. Rifa), 10.Ini Si Trendy, 11.Nona (feat. Glenn Fredly), 12.Kisah Romantis (Glenn Fredly), 13.Hikayat Cinta (Glenn Fredly), 14.Lagu daerah Maluku (feat. Glenn Fredly), 15.Kugadaikan Cintaku (feat. Glenn Fredly), 16.Yang Tercinta, 17.Masih Bisa Cinta, 18.Perempuan Keumala, 19. Dibawah Tiang Bendera

Iwan Fals: vocal, gitar, harmonika
Heirrie Buchaery: bass
Cok Rampal: mandolin, gitar
Edi Daromi: keyboard
Sonata: gitar
Deni Kurniawan: drum

26 Maret 2009

Ayolah Mulai

UPDATE 20 Februari 2009
Lagu ini akhirnya direkam ulang dan masuk ke dalam album Keseimbangan yang rilis pada 20 Februari 2010
---------------------------

Lagu ini dinyanyikan Iwan Fals pada konser bulanan “Damai Kami Sepanjang Hari” 31 Januari 2009 di Leuwinanggung. Sebelumnya juga pernah dinyanyikan dengan versi akustik pada acara Diskusi dan Renungan ‘Menyibak Kabut Kelam Palestina’ pada tanggal 24 Januari 2009 ditempat yang sama.

Ayolah Mulai
Iwan Fals (2009)


Kita satu daratan, kita satu lautan, kita satu udara
Kita satu kebutuhan
Utara, selatan, timur dan barat adalah arah
Kenapa bumi harus dipecah? Kenapa langit dibelah-belah?
Harus ada yang menyatukan, harus ada kesadaran tuk bersatu
Hidup ini sementara, kenapa mesti saling menyakiti

Dari kebudayaan bisa saja kita berbeda
Dari agama dan warna kulit bisa juga berbeda
Seharusnya perbedaan ini tak membuat jadi berbeda
Kenyataan sudah membuktikan soal kita sama

Bahwa ada yang bilang kita ini turunan monyet
Turunan dewa, turunan setan sekalipun
Buatku bukan menjadi alasan untuk bermusuhan
Apalagi saling membunuh

Karena ulah sendiri kita terancam dari mana-mana
Karena ulah kita sendiri kita menderita
Kalau perang bukan penyelesaian kenapa tidak berdamai saja
Kenapa kita tidak bisa saling percaya

Sekarang juga kita harus mulai
Tak ada istilah terlambat untuk mulai
Mulai dari diri kita sendiri
Biarkan cahayanya membangunkan orang yang tidur

Memang bukan hal yang mudah untuk mulai
Tetapi kita harus mulai
Selagi kita masih diberi kesempatan untuk hidup
Ayolah kita mulai
Ayolah kita mulai

foto dari : iwanfals.co.id

20 Maret 2009

Sagu Ambon

Sagu Ambon
Lirik: W.S. Rendra
Lagu: Iwan Fals


Lagu ini pernah dibawakan Iwan Fals saat ulang tahun pertama Reboan di Leuwinanggung (rumah Iwan Fals), 11 oktober 2006.

Ombak mengalun, oh Mamae
Pohon-pohon palam dibukit Sakinah
Burung-burung nuri menjerit
Daripada membakar Masjid
Daripada membakar Gereja
Lebih baik bakar sagu saja

Pohon-pohon kelapa berdansa
Gitar dan tifa bergitar
Suaraku dibawa angin putaran
Oh ikan ditaman karang yang bercahaya
Saudara-saudaraku
Lihat Mama kita berjongkok didepan kota yang terbakar

Tanpa kusadari langitmu jadi sedih, Mamae
Air mata kita menjadi tinta sejarah yang kejam
Laut sepi tanpa kapal nelayan
Bumi meratap dan terluka
Dimana nyanyian anak-anak sekolah, Mamae?
Dimana selendangmu, Nonae?

Didalam api unggun aku membakar sagu
Aku lihat permusuhan antara saudara itu percuma
Luka saudara, luka kita

Ombak mengalun, oh Mamae…

Terimakasih Ricky

Foto dari iwanfals.co.id

15 Maret 2009

Untukmu Terkasih

Proses pembuatan lagu "Untukmu Terkasih" berjalan dengan cepat. Sore itu langit di atas kampung Cipeucang, Cileungsi, Bogor, sedang cerah. Tiba-tiba aku mendapat ide untuk menulis syair lagu "Untukmu Terkasih". Syair itu aku tulis di handphone kemudian aku kirim ke handphone Iwan Fals yang saat itu sedang berada di luar Jawa untuk melakukan konser. Setelah mendapat lirik lagu tersebut Iwan langsung komentar lewat sms. "Wah lirik lagumu itu bikin kepalaku cenut-cenut!" kata Iwan Fals. Setelah menjadi lagu, lagu tersebut disimpan dalam laptopnya. Ketika Iwan Fals konser dirumahnya, lagu "Untukmu Terkasih" ikut dinyanyikan hanya dengan gitar akustik sesuai dengan konsepku seperti konsep album "Belum Ada Judul". Gimana menurut teman-teman? Aku mau berbagi saja soal proses pembuatan lagu itu.
-Fajar Budiman- (dicopy dari iwanfals.co.id)

Lagu ini sudah diperkenalkan sejak 2008 di situs resmi Iwan Fals. Dan pertama kali dinyanyikan di layar kaca pada musik special Iwan Fals di Trans7, 14 Maret 2009.

Untukmu Terkasih
Lirik: Fajar Budiman
Lagu: Iwan Fals

Kasih…
Ketika hati, rasa dan jiwa
Serta apa saja yang tersembunyi di dada ini
Mulai tergetar

Karena keindahan matamu
Karena kelembutan senyummu
Karena taburan kasihmu
Justru bayangmu semakin sulit kurengkuh

Sementara
Gelombang rindu
Gelombang kasih sayang terus mengalir
Bagai air dimusim penghujan

Bagai gelombang samudera
Yang mengguncang pantai kehidupan
Hmm…

Kasih ini nyanyian cinta untukmu
Yang entah ada dimana kini
Biar engkau mengerti apa yang terjadi
Dalam hidupku

Kabut sunyi mulai merayap dihati
Bayangmu semakin sulit kucari
Aku tak tahu harus berbuat apa
Angin dan burung-burung pun membisu
Ketika kutanya tentangmu, tentang getaran hatimu
Tentang apa saja yang bertalian dengan jiwamu

Kabut sunyi mulai merayap dihati
Bayangmu semakin sulit kucari
Aku tak tahu harus berbuat apa
Angin dan burung-burung pun membisu
Ketika kutanya tentangmu, tentang getaran hatimu
Tentang apa saja yang bertalian dengan jiwamu
Oohhh…


Musik Special Iwan Fals "Dulu, Sekarang dan Selamanya"
Trans 7 - 14 Maret 2009


original video clip

10 Maret 2009

Konser Cinta Damai Iwan Fals - Artikel Dari Majalah Vista TV 1999

Dokumentasi artikel Iwan Fals yang di scan dari majalah Vista TV. Konser Iwan Fals yang bertajuk 'Konser Cinta Damai' pada tanggal 6 Mei 1999 di Fashion Cafe Jakarta. Lokasi dipenuhi para penggemar Iwan Fals meski konser ini tidak dipublikasikan secara luas. Pada konser ini Iwan Fals berpenampilan 'bersih' dan trendy.

Klik gambar untuk memperbesar.


Majalah Vista TV 1999 - koleksi dOel


Foto-foto dokumentasi pribadi dOel

05 Maret 2009

Iwan Fals Tidak Mau Jadi Presiden - Artikel Iwan Fals di Majalah Film 1996

Dokumentasi artikel yang di scan dari majalah Film tahun 1996. Artikel ini setelah launching album Pemanjat bersama Trahlor. Dalam tulisan ini Iwan Fals mengungkapkan kalau dia tidak mau menjadi presiden Republik Indonesia. Dan pernyataan ini sampai sekarang masih sering dilontarkan Iwan Fals seiring suasana politik menjelang pemilu, menjawab pertanyaan dan harapan banyak orang yang menginginkan dia menjadi pemimpin negeri ini.

Klik gambar untuk memperbesar.



koleksi dOel

01 Maret 2009

Konser Iwan Fals "Potret Cinta"

Ketika Iwan Fals Bercinta - Catatan Potret Cinta

Oleh: Fendi Kurniawan

Iwan Fals pada hari Sabtu, 28 Februari 2009 kembali menyapa penggemar setianya dengan menggelar konser bulanan kedua di tahun ini yang bertajuk ‘Potret Cinta’. Dirumahnya (Leuwinanggung – Depok, Jawa Barat) sekitar kurang lebih 900-an orang memenuhi ‘Panggung Kita’, nama area dilahan rumah Iwan Fals yang biasa digunakan untuk konser dan acara lainnya.

Di awal konser yang mulai pada pukul 15.30 wib, Iwan Fals mengajak penonton untuk mengenal arti cinta. Bahwa cinta itu pada dasarnya universal bukan hanya kepada pasangan saja tapi bisa juga pada orang tua, saudara, atau bahkan pada monyet yang disebut cinta monyet, begitu candanya. Berbalut kaus putih dipadu celana jeans warna hitam, Iwan Fals membuka konser dengan lagu Aku Sayang Kamu diiringi Heirrie Buchaery, Cok Rampal, Sonata, Edi Daromi dan Deni Kurniawan yang tergabung dalam Iwan Fals & Band. Selesai lagu pertama Iwan Fals kembali berkata kalau cinta itu butuh ungkapan, jangan hanya didiamkan saja nanti disambar orang. Lalu mengalunlah lagu Iya atau Tidak.

"Cinta memang aneh !!", begitu ujar Iwan Fals. "Bahkan demi cinta, menyogok polisi pun dijalani .. hehehehehe ...!", sambungnya. Penonton langsung menimpali dengan meneriakan judul lagu Kereta Tiba Pukul Berapa. Kemudian setelah lagu tersebut usai, berturut-turut mengalirlah lagu Kembang Pete, Ya Ya Ya Oh Ya, Mata Indah Bola Pingpong dan Sebelum Kau Bosan.

Sempat terjadi keributan kecil didepan panggung (aneh juga, konser dengan tema cinta kok malah ribut dengan teman sendiri). Untung kejadian ini tak berlangsung lama karena panitia sigap memisahkan keduanya lalu mengusirnya keluar arena konser. Setelah keadaan sedikit reda, Iwan Fals melanjutkan dengan lagu Rindu Tebal dan Emak.

Ketika lagu Emak dibawakan, tampak emosi yang sangat jelas tergambar di wajah Iwan Fals. Air matanya seakan hendak menetes tapi dia mencoba menahannya. Lagu ini seperti sangat berarti buat Iwan Fals. Usai lagu itu terdengar cletukan para penonton mengkritisi harga tiket yang malah naik padahal BBM sudah turun. (Harga tiket konser bulanan periode 2009 ini sebesar Rp.40.000,- naik sepuluh ribu rupiah dari periode 2008. Dan 10% dari harga tiket disumbangkan untuk korban bencana alam). Dengan lugas, Iwan Fals menjawab, "Sponsornya kecil, sedang biaya produksi Panggung Kita ini begitu besar, belum bayar pemain, pajak, izin, kru, wah gede banged tuch ... pengennya sih gratis tapi belum saatnya…"

Konser berlanjut lagi dan Iwan Fals lalu bercerita tentang penyanyi perempuan yang pernah jadi teman duetnya. Sekarang penyanyi tersebut didera sakit yang berkepanjangan dan memilih tinggal di Belanda untuk pengobatannya. Iwan Fals lalu mengajak penonton untuk turut mendoakan Elly Sunarya. Sesaat kemudian mengalirlah lagu yang pernah dinyanyikan duet dengan Elly, yaitu Yakinlah. Mungkin karena aransemen yang sedikit berbeda, Iwan Fals sempat telat bernyanyi ketika lagu sudah masuk di reffain. Untung Heirrie sebagai pemain bass memberi kode kepada Iwan Fals sehingga para penonton tidak melihat kesalahan kecil tersebut.

Setelah lagu Yakinlah, Iwan Fals melanjutkan dengan lagu Yang Tersendiri dan Ya Hui Ha He Ha. Setelah kedua lagu tersebut selesai dinyanyikan, seorang perwakilan dari PT. Tiga Rambu naik panggung dan menjelaskan mengenai rencana perusahaan itu di tahun 2009 ini. Tiga Rambu adalah nama perusahaan milik Iwan Fals yang menyelenggarakan konser-konser dan berbagai agenda acara publik dirumahnya. Pada intinya tema konser untuk tahun 2009 ini adalah tentang ‘keseimbangan’. Dan pada setiap bulannya akan diberi judul sesuai dengan hari - hari bersejarah pada bulan tersebut. Berhubung di bulan Februari semua orang seakan sedang terkena virus cinta, maka tema bulan ini yang diusung adalah Potret Cinta.

Kembali kepada filosofi kesimbangan, intinya adalah Tiga Rambu tidak hanya menampilkan Iwan Fals saja pada setiap bulannya, melainkan akan juga menampilkan Karyakita’, yaitu sebuah program sayembara yang berisi kiriman karya-karya dari penggemar Iwan Fals. Pada bulan Februari ini dipilih 20 besar karya puisi terbaik, dan posisi 3 besar berhak memperoleh hadiah ekslusif dari Iwan Fals. Kegiatan ini akan berlangsung selama satu tahun.

Setelah posisi 3 besar diumumkan, Iwan Fals berkata, "Bahwa pada dasarnya semua karya yang masuk adalah pemenang tidak ada yang kalah, hanya selera dari penilailah yang memutuskan, karena dalam seni tidak ada menang atau kalah!". Iwan Fals lalu membacakan sebuah puisi yang menjadi pemenang. Setelah pengumuman pemenang Karyakita, Iwan Fals melanjutkan dengan lagu Ancur dan Mabuk Cinta.

Ada yang istimewa dari konser bulan ini yaitu hadirnya grup band idola anak muda sekarang. Peterpan diundang sebagai bintang tamu. Tidak seperti konser-konser sebelumnya, kali ini Tiga Rambu tampak sangat merahasiakan bintang tamu yang akan hadir kali ini. Ariel (vokalis Peterpan) naik pertama kali di atas panggung, dan penonton langsung riuh bersorak. Ariel membuka dengan lagu Izinkan Aku Menyayangimu yang berduet dengan Iwan Fals. Setelah itu lalu Ariel memanggil para personil band Peterpan, dan kemudian mereka berkolaborasi dengan Iwan Fals membawakan lagu Yang Terlupakan serta dua lagu Peterpan yang berjudul Tiada Yang Abadi dan Menghapus Jejakmu. Penampilan Peterpan bersama Iwan Fals diatas panggung sudah terjadi untuk kesekian kalinya.

Setelah Peterpan, Iwan Fals kembali menghibur penonton dengan lagu Buku Ini Aku Pinjam dan Asmara Tak Secengeng Yang Aku Kira. Tak terasa waktu hampir menjelang Maghrib, Iwan Fals kemudian menutup konser dengan single terbarunya yang berjudul Untukmu Terkasih.

Konser kali ini disaksikan juga oleh Ibu Lies (ibunda Iwan Fals), Totok Tewel (gitaris yang dengan Iwan Fals pernah bersama Swami, Dalbo dan mengerjakan album Cikal) serta Rizal Ramli (mantan mentri). Pada bagian penutup, Iwan Fals mengumumkan agenda konser untuk bulan depan yang InsyaAllah akan diselenggarakan tanggal 28 Maret 2009, pukul 15.30 dengan tema "Untuk Yang Paling Cantik". Tema ini dipilih karena bulan Maret bertepatan dengan hari wanita sedunia. Oke .. Sampai ketemu bulan depan.(fk)

------------------------------------

Iwan Fals & Band
Potret Cinta
Tempat: Panggung Kita – Leuwinanggung, Depok
Hari & Tanggal: Sabtu, 28 Februari 2009
Jam: 15.30 sd 17.30
Bintang Tamu: Peterpan

Daftar lagu:
1.Aku Sayang Kamu, 2.Iya Atau Tidak, 3.Kereta Tiba Pukul Berapa, 4.Kembang Pete, 5.Ya Ya Ya Oh Ya, 6.Mata Indah Bola Pingpong, 7.Sebelum Kau Bosan, 8.Rindu Tebal, 9.Emak, 10.Yakinlah, 11.Yang Tersendiri, 12.Ya Hui Ha He Ha, 13.Ancur, 14.Mabuk Cinta, 15.Izinkan Aku Menyayangimu (dengan Ariel Peterpan), 16.Yang Terlupakan (dengan Peterpan), 17.Tiada Yang Abadi (dengan Peterpan), 18.Menghapus Jejakmu (dengan Peterpan), 19.Buku Ini Aku Pinjam, 20.Asmara Tak Secengeng Yang Kukira, 21.Untukmu Terkasih

Iwan Fals: vocal, gitar
Heirrie Buchaery: bass
Cok Rampal: mandolin, gitar
Edi Daromi: keyboard
Sonata: gitar
Deni Kurniawan: drum

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...