31 Mei 2009

Konser Iwan Fals Panji Panji Demokrasi

Konser Iwan Fals Panji Panji Demokrasi
Oleh: Fendi Kurniawan

Rangkaian konser bulanan Iwan Fals & Band dirumahnya desa Leuwinanggung, Cimanggis – Depok, Jawa Barat bergulir lagi pada hari Sabtu, 30 Mei 2009. Tepat pukul 15.15 wib, Iwan Fals & Band langsung menyapa penonton yang sejak siang sudah memadati kawasan Leuwinanggung. Alhamdulillah, kami dari iwanfalsmania.blogspot.com berkesempatan kembali menyaksikan konser bulanan kali ini yang bertajuk "Panji Panji Demokrasi". Konser ini digelar juga untuk merayakan Hari Reformasi tanggal 21 Mei. Sebelumnya rangkaian konser ini telah dimulai dengan penampilan Iwan Fals di kantor KONTRAS pada tanggal 25 Mei 2009 yang beritanya bisa dibaca disini. Nuansa panggung yang lebih dikenal dengan nama Panggung Kita dibalut kain putih dan hitam serta backdrop besar berwarna merah menyala dengan gambar kepalan tangan-tangan manusia.

Konser ini rencananya bakal dihadiri oleh wakil presiden Indonesia, Jusuf Kalla yang saat ini ikut maju sebagai calon presiden pada pemilu 2009. Tetapi beberapa saat sebelum acara dimulai yang bersangkutan membatalkan kedatangannya. Pertunjukan ini dipadati kurang lebih 900 orang penonton yang terdiri dari anggota OI, Fals Mania, Slankers serta masyarakat umum. Tampak hadir Ibu Lies (ibunda Iwan Fals) dan para keluarga korban kekerasan HAM di Indonesia.

"Sepuluh atau sebelas tahun yang lalu 1998, tiga hari yang menegangkan…", ujar Iwan Fals membuka konser sore itu dengan lagu Untukmu Negeri.

Pesan-pesan yang disampaikan Iwan Fals pada saat jeda lagu banyak yang berkaitan dengan suasana politik di negeri ini. Seperti, “Banyak PR yang masih belum terselesaikan, banyak pembunuh-pembunuh yang berkeliaran. Sekarang zaman pancaroba katanya, begitu pun dengan politik. Peralihan yang melahirkan banyak penyakit-penyakit baru”. Setelah lagu pertama berturut - turut Iwan Fals & Band membawakan lagu Anak Zaman dan Perjalanan Waktu.

Irama musik tiba-tiba menghentak dipenghujung lagu Perjalanan Waktu. Permainan melody gitar listrik yang cadas dari Sonata mengawali lagu Songsonglah. Hentakan-hentakan keras di lagu ini membuat sebagian penonton yang berada dibarisan depan bagian tengah sedikit tersulut emosinya dan akhirnya melahirkan riak-riak di antara penonton. Sangat wajar hal ini terjadi karena Iwan Fals membawakan lagu ini dengan penuh emosi dan penjiwaan yang total.

Permainan mandolin dari Cok Rampal mampu membuat tensi penonton yang tadinya memanas sedikit menurun, ditambah koor nyanyian para musisi yang mengawali lagu Karena Kau Bunda Kami dari album bersama grup Dalbo. Ditengah-tengah lagu, munculah Oppie Andaresta menemani Iwan Fals menyanyikan lagu ini. Lengkingan suara Oppie membuat suasana senyap serasa aura magis tercipta di lagu ini.

Yang menarik setelah mereka membawakan lagu ini, Oppie lantas bersenandung laksana sinden membawakan sebuah syair Jawa yang jika dicermati kata-katanya adalah lirik bahasa Jawa yang diselipkan Sawung Jabo di lagu Samsara. Setelah itu mereka kembali berduet di lagu Satu-Satu dan lagunya Oppie berjudul Cuma Khayalan yang pernah ngetop dengan lirik ‘andai ku jadi orang kaya’.

Emosi penonton kembali tersulut ketika lagu-lagu dengan tempo cepat dibawakan oleh Iwan Fals, seperti pada lagu Hura Hura Huru Hara. Panitia pun dengan sigap membawa provokator yang memancing penonton yang lain untuk berbuat anarkis sehingga kericuhan tidak menjalar ke mana-mana. Ketika lagu dari album Kantata Takwa berjudul Nocturno akan dibawakan, Iwan Fals
menjelaskan bahwa nocturno adalah nama seekor binatang yang muncul ketika pergantian musim.

"Banyak caleg yang otaknya geblek, itulah fenomena sekarang. Caleg brengsek, suka nyopet, suka loco, ngomongnya ngaco..!!!", sindiran dari Iwan Fals mengawali lagu Pangeran Brengsek dari Kantata Samsara yang dibawakan cukup apik bersama band-nya.

Kejutan kedua pun datang setelah lagu Pangeran Brengsek dibawakan. Iwan Fals memanggil group yang berslogan PLUR (peace, love, unity and respect). Kehadiran Slank disambut meriah oleh penonton yang hadir. Slanker (fans Slank) yang awalnya hanya duduk manis di pinggiran arena konser tiba-tiba maju ke tengah lapangan. Hebatnya kondisi ini tidak membuat para OI dan Fals Mania tersaingi. Mereka lantas saling bergandengan tangan, berjoged bersama dan saling menjaga ketika Iwan Fals dan Slank berturut-turut membawakan lagu Slank berjudul Tong Kosong, Seperti Para Koruptor, Orkes Sakit Hati dan Kuda Lumping dari Swami.

Pada saat Slank akan bernyanyi, penonton meminta Kaka (vokalis Slank) untuk membuka bajunya. Kaka yang awalnya malu-malu akhirnya mau membuka bajunya setelah Iwan Fals juga membuka kaos yang dipakainya. Jadilah mereka berdua bertelanjang dada membawakan ke-4 lagu tersebut. Sungguh penampilan yang sangat dahsyat dari 2 ikon musik kritis Indonesia ini. Ditambah suasana penonton yang saling menjaga membuat harmoni-harmoni musik terasa lebih enak didengar. Ada keinginan Slank untuk kembali tour bareng dengan Iwan Fals seperti ketika mereka menggelar tour 35 kota bertajuk Bersatu Dalam Damai beberapa tahun yang lalu. Mudah-mudahan mereka berharap setelah pilpres bisa menggelar tour bersama. Semoga.

Di lagu penutup, Iwan Fals mengajak seluruh pendukung acara untuk naik kembali ke atas panggung. Dan mereka lantas membawakan lagu legendaris Iwan Fals dan Swami yang pernah dijiplak oleh musisi India berjudul Bongkar sebagai lagu penutup konser Panggung Kita edisi Mei 2009. Lagu ini dinyanyikan mereka dengan bagus.

Tampak ada sedikit kekecewaan di benak penonton karena acara telah berakhir padahal waktu masih menunjukan pukul 17.15 wib dan suasana pun belum gelap. Tapi apa daya pagelaran harus berakhir seiring berakhirnya lagu Bongkar.

Untuk bulan Juni 2009, konser bulanan Iwan Fals di Panggung Kita, Leuwinanggung akan dilaksanakan hari Sabtu, 27 Juni 2009, dengan tema "TERTAWA ITU SEHAT, NARKOBA ITU JAHAT". Sampai bertemu lagi pada konser bulanan berikutnya. (fk/sb)

Iwan Fals: "Biasanya militer sejati itu otoriter. Ada 3 jendral militer akan bersaing di pemilu sekarang. Semoga tiga jendral yang bersaing bukan tentara sejati. Jadi kita tidak akan dipimpin jendral otoriter."
------------------------

Iwan Fals & Band
Panji-Panji Demokrasi
Tempat: Panggung Kita – Leuwinanggung, Depok
Hari & Tanggal: Sabtu, 30 Mei 2009
Jam: 15.15 WIB
Bintang Tamu: Oppie Andaresta dan SLANK

Daftar lagu :
1.Untukmu Negeri, 2.Anak Zaman, 3.Perjalanan Waktu, 4.Songsonglah, 5.Karena Kau Bunda Kami (feat. Oppie), 6. Singo Sirah (Oppie – tembang Jawa), 7.Satu-Satu (feat. Oppie), 8.Cuma Khayalan (Oppie
feat. Iwan Fals & Band), 9. Hura Hura Huru Hara, 10. Potret, 11.Panji-Panji Demokrasi, 12.Nocturno, 13.Orang-Orang Kalah, 14.Pangeran Brengsek, 15.Tong Kosong (Slank feat. Iwan Fals & Band), 16.Seperti Para Koruptor (Slank feat. Iwan Fals & Band), 17.Orkes Sakit Hati (Slank feat. Iwan Fals & Band), 18.Kuda Lumping (feat. Slank), 19.Bongkar (all artist).

Iwan Fals: vocal, gitar, harmonika
Heirrie Buchaery: bass
Cok Rampal: mandolin, gitar
Edi Daromi: keyboard
Sonata: gitar
Deni Kurniawan: drum

28 Mei 2009

Iwan Fals Ingin Punya Presiden Dengan Rasa Malu

Pernyataan ini diucapkan Iwan Fals didepan korban, keluarga korban dan pejuang hak asasi manusia yang hadir pada Aksi Sosial Solidaritas untuk JSKK (Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan) di kantor KONTRAS (Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan), Jakarta, Senin 25 Mei 2009. Di kantor Kontras ini Iwan Fals 'ngamen' sebagai bagian dari rencana konser bulanan di Leuwinanggung (rumah Iwan Fals) pada hari Sabtu, 30 Mei 2009 dengan tema Panji Panji Demokrasi.
Berikut dokumentasi yang di scan dari koran Kompas edisi 27 Mei 2009 beserta artikel dan foto-foto ekslusif dari vivanews.com.


kompas 27 Mei 2009 (koleksi dOel) - Klik untuk memperbesar

------------------

dari vivanews.com

Pentas di Kontras, Mata Iwan Fals Berkaca-kaca

Iwan Fals menanamkan kebenaran kepada anaknya, termasuk almarhum Galang.

Ismoko Widjaya, Aries Setiawan - Senin, 25 Mei 2009, 14:46 WIB

VIVAnews - Penyanyi balada senior, Iwan Fals, menyumbangkan empat lagu bagi korban pelanggaran Hak Asasi Manusia atau HAM. Iwan Fals merasa satu nasib dengan para keluarga korban pelanggaran HAM yang ditinggalkan.

"Yang salah harus dibenarkan, saya selalu menanamkan kepada anak-anak saya, termasuk Galang (almarhum). Dalam hal ini, kita senasib," kata Iwan Fals di Kantor Kontras, Jalan Borobudur, Jakarta Pusat, Senin, 25 Mei 2009.

Maka itu, Iwan pun sangat menyambut baik adanya lembaga sejenis Kontras yang kerap membela korban-korban pelanggaran HAM. Apalagi, Kontras merupakan lembaga yang memiliki kekuatan untuk memperjuangkan keadilan. "Ini buat saya sejatinya membuat hidup," ujar dia.

Aksi sosial solidaritas ini digelar Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan atau JSKK. Ketua JSKK, Suciwati, juga hadir dalam acara ini. Selain itu, hadir pula istri dari Iwan Fals, Rosana yang biasa disapa Mbak Yos, dan putrinya, Cikal.

"Ya memang hitam, ya memang merah. Antara warna-warna itu, kami sebagai keluarga merindukan keteduhan dan kedamaian. Hukum harus ditegakkan, untuk apa ada sekolah-sekolah hukum kalau kasus-kasus hukum tidak pernah tuntas," kata Iwan Fals dengan mata yang berkaca-kaca.

Suciwati pun menyinggung soal kandidat calon presiden dan calon wakil presiden yang dinilai tak bersih dari pelanggaran HAM. "Capres-cawapres kita berlumuran darah. Revolusi yang ditinggalkan orang-orang tercinta, demokrasi, dan reformasi, saat ini masih dibajak," kata Suciwati.

Acara ini digelar dalam rangka konser bulanan panji-panji demokrasi. Usai menyatakan sikap, Iwan Fals pun tak lupa membawakan empat buah lagu. Para penonton dan peserta yang hadir pun sangat antusias mendengar lagu-lagu yang dinyanyikan Iwan Fals. • VIVAnews

------------------

Iwan Fals Pentas di Kontras

Penyanyi balada senior, Iwan Fals, menyumbangkan empat lagu bagi korban pelanggaran Hak Asasi Manusia atau HAM saat hadir dalam rangka konser bulanan panji-panji demokrasi di Kantor Kontras, Jalan Borobudur, Jakarta, Senin (25/5). Foto-foto : VIVAnews/Tri Saputro




Empat buah lagu yang dinyanyikan Iwan Fals di kantor Kontras ini adalah Satu-Satu, Untukmu Negeri, Karena Kau Bunda Kami, dan Pulanglah.

25 Mei 2009

Mari Terus Bekerja

Ini adalah lirik lagu Iwan Fals yang tidak pernah dikomersialkan. Dari rekaman yang kami dengarkan, lagu ini dinyanyikan dalam sebuah konser. Tidak jelas konser dimana dan kapan, namun karakter vokal Iwan Fals dalam lagu ini sudah berat. Diperkirakan lagu ini dinyanyikan Iwan Fals pada era tahun 1998-an keatas. Lagu slow dengan irama balada yang hanya diiringi gitar akustik. Iwan Fals menyanyikan lagu ini dengan penuh penghayatan dan pada bagian reff-nya, lengkingan suara Iwan Fals mampu membuat merinding.

Mari Terus Bekerja
(Iwan Fals)


Sebelum matahari bersinar
Sebelum ayam jantan saling bersahutan
Kita bersujud bersyukur pada-Nya
Atas segala yang telah diberikan-Nya

Kerja adalah makna hidup
Kerja ibadah tak berakhir
Kerja sudah suratan takdir
Kerja apa saja yang penting halal

Mari Terus Bekerja !

20 Mei 2009

Iwan Fals : Pemimpin Indonesia Mestinya Berusia 35 - 45 Tahun - Tempo 2008

Dokumentasi artikel wawancara dengan Iwan Fals yang di scan dari koran Tempo edisi Minggu, 12 Oktober 2008. Menurut Iwan Fals, pemimpin Indonesia mestinya berusia 35-45 tahun jangan lebih.

Kenyataannya sekarang sudah ditetapkan 3 pasang calon Presiden dan calon Wakil Presiden untuk bertarung dalam pemilihan Presiden 2009. Dan tidak satupun dari mereka yang masuk dalam kriteria usia yang diharapkan Iwan Fals.

Jusuf Kalla : lahir 15 Mei 1942 = 67 tahun
Wiranto :
lahir 4 April 1947 = 62 tahun

SBY :
lahir 9 September 1949 = 60 tahun
Boediono :
lahir 25 Februari 1943 = 66 tahun

Megawati :
lahir 23 Januari 1947 = 62 tahun
Prabowo Subianto :
lahir 17 Oktober 1951 = 58 tahun

Tapi siapapun pemenangnya dan bagaimana nanti hasil kerja mereka yang terpilih, kita semua tentu berharap Indonesia menjadi lebih baik dari sekarang.

Berikut hasil scan artikel dari koran Tempo. Klik gambar untuk memperbesar.


koleksi dOel

17 Mei 2009

Dewa Dari Leuwinanggung

Dewa Dari Leuwinanggung


Bagaimana Iwan Fals bangkit dari kerusuhan jiwa dan menjadi saksi?

LEUWINANGGUNG adalah sebuah desa yang mirip kebanyakan dusun Pulau Jawa. Di sana ada rumah, sekolah, masjid, klinik, pohon dan bambu, madrasah ibtidaiyah, serta kantor lurah. Tetapi Leuwinanggung tak sama dengan desa-desa lain di Pulau Jawa karena di sana berumahlah seorang dewa .... namanya Iwan Fals.

Dewa ini tinggal di sebuah rumah besar. Tanahnya 6.000 meter persegi. Bagian terbesar dipakai untuk sebuah toko, pendopo, sebuah panggung terbuka, maupun kantor organisasi para penggemar si dewa bernama Oi. Kediaman pribadi dewa ini dilengkapi studio musik, garasi mobil (termasuk bus), rumah tinggal, serta kebun dengan rumput tercukur rapi.

10 Mei 2009

Piringan Hitam Iwan Fals - Galang Rambu Anarki

Piringan Hitam Iwan Fals - Galang Rambu Anarki

Produksi : MUSICA STUDIO
Kode : MSC-7195 - Mei 1982
Penata Musik : Willy Soemantri

Judul album dalam piringan hitam (PH) ini bukan "OPINI" seperti dalam format kaset, melainkan Lagu-Lagu Pop Iwan Fals "Galang Rambu Anarki". Pada masa itu, piringan hitam semacam ini dibagikan kepada radio-radio untuk diputar dan disiarkan sebagai bagian dari promosi sebuah album serta tidak diperjual belikan. Dan sekarang PH seperti ini menjadi koleksi berharga para kolektor.

Ini adalah album kedua Iwan Fals di Musica Studio setelah sebelumnya sukses dengan album perdana bertitel Sarjana Muda yang sangat dikenal lewat lagu andalan berjudul 'Umar Bakri' yang melambungkan nama Iwan Fals.

Pada album kedua ini, lagu Galang Rambu Anarki cukup digemari saat itu. Lagu bergaya country ini berkisah tentang kelahiran putra pertama Iwan Fals (alm. Galang, meninggal pada 25 April 1997 dalam usia 16 tahun). Dia lahir disaat kondisi politik menghangat menjelang Pemilu dan kenaikan harga BBM. Iwan Fals pernah memberi informasi pada konser eksklusif di Trans TV bulan Januari 2004, bahwa ia bekerja sama dengan Ian Antono pada lagu Galang Rambu Anarki. Memang musik di lagu 'Galang' tersebut dibuat oleh Ian Antono, selebihnya oleh Willy Soemantri. Kalau kita memperhatikan cover kaset Opini cetakan tahun 90-an, nama Ian Antono tidak pernah ditemukan disana. Entah pada cover cetakan yang terbaru.

Track dalam PH ini:
Side 1
1. Tarmijah dan Problemnya [iwan fals]
2. Ambisi [iwan fals]
3. Galang Rambu Anarki [iwan fals / ian antono]

Side 2.
1. Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi [iwan fals]
2. OPINIKU [iwan fals]
3. Antara Aku, Kau dan Bekas Pacarmu [iwan fals]

Semua musik atau aransemen dalam PH ini sama persis seperti format kaset, tidak ada yang dirubah.

Track dalam format kaset:
Side A
1. Galang Rambu Anarki
2. Obat Awet Muda
3. Antara Aku, Kau dan Bekas Pacarmu
4. Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi
5. Sapuku Sapumu Sapu Sapu
6. Galang Rambu Anarki

Side B
1. OPINIKU
2. Ambisi
3. Tak Biru Lagi Lautku
4. Tarmijah dan Problemnya
5. Obat Awet Muda

Kapasitas dalam PH memang tidak bisa menampung lagu sebanyak pita kaset. Sekiranya segini dulu kalo ada yg kurang boleh kok nambahin...

salam... dOeL

*tulisan ini sedikit disempurnakan oleh sb.

05 Mei 2009

Terbuka

Terbuka
(Iwan Fals)

Sebuah lirik dari lagu Iwan Fals yang tidak/belum dikomersialkan. Dari karakter vokal Iwan Fals, diperkirakan lagu ini direkam antara tahun 1992 - 1996.

Terbuka... terbukalah semua
Biarkan... cahaya bersinar
Terbuka... terbukalah semua
Biarkan... gairah bicara

Ketika mulai berbuat
Pastikan langkah jangan goyah

Selamat tinggal semua yang kelam
Mencair sudah yang beku
Kenapa mesti diselimuti gagap
Semua sudah terjawab

Kemarin... sempat ku terlena
Sekarang... aku pun terlena
Tetapi... kemarin dan sekarang berbeda
Kemarin kemarin... sekarang sekarang

dari Fendi Kurniawan

01 Mei 2009

Artikel Iwan Fals di tabloid Citra 1994

Dokumentasi artikel Iwan Fals yang di scan dari tabloid Citra, edisi No.240/V/31 Oktober - 6 November 1994. Sebuah wawancara dengan Iwan Fals tentang penampilannya di Jepang, pencekalan dan Sawung Jabo. Hasil scan apa adanya, selamat membaca.

Klik gambar untuk memperbesar.





koleksi dari James Doel

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...